ECU Perth..definitely!

After struggling for almost 3 months, finally I choose Master Digital Forensic Course at Edith Cowan University Perth West Australia as my destination to achieve academic background on Digital Forensic. One big step to get a higher level on my Digital Forensic profession. Actually, this is a remarkable opportunity and also a great challenge for me. I have to leave my comfort zone: take permission to leave from my office for 3 years which means I have to accept that those permission will affect my career on the future, my wife should leave her job and then my children should leave their school. Everything will be changed from now on. Many friends keep asking me: why do you do that? Gosh, I could answer it with many answers, but frankly I do not have an exact answer. I just know one thing and one thing only: I fall in love with digital forensics! This is my passion. I guess this is a perfect time to follow my heart and passion. Even I realized that this new path will cost me a fortune, but I believe that in the future it will bring a brighter and bigger fortune for me and my family. I always have a faith that God will always give me His bless as long as I planning an doing a good things in my life. Amen.

Posted in Digital Forensic Science | 5 Comments

2,7 Terabyte Data Milik Osama bin Laden

Sudah seminggu ini dunia sedang dilanda demam Osama bin Laden yang menurut pemerintah AS sudah ditembak mati di tempat kediamannya di Pakistan. Sebagai tenaga digital forensic, maka satu hal yang pasti membuat saya penasaran adalah dari kejadian semacam itu adalah Digital Evidence! Berapa banyak digital evidence yang bisa diperoleh? Website CNBC News di http://www.cbsnews.com/8301-31727_162-20060493-10391695.html menuliskan tentang data dengan ukuran 2,7 TB yang diperoleh dari laptop, komputer, hard disk drive dan media penyimpanan lainnya. Menurut Departement of Defence di AS dikatakan bahwa mereka menggunakan tenaga digital forensik untuk mengolah digital evidence itu.
Continue reading

Posted in Computer Forensics | Leave a comment

Do and Don’t as an Expert Witness

Minggu depan, seorang anggota Gugus Tugas Forensik Komputer harus menghadiri sidang di Bandung sebagai Saksi di depan pengadilan. Mengingat tugas sebagai tenaga Computer Forensic memang memiliki tugas sebagai ahli atau Expert Witness (saksi ahli), maka ada 5 Don’t dan 5 Do yang harus diperhatikan oleh seorang ahli jika harus memberikan keterangan atau pernyataan di depan pengadilan.
Continue reading

Posted in Aspek Legal | Leave a comment

Perkembangan Digital Forensic

Digital Forensic atau sering dikenal sebagai ilmu Digital Forensic adalah cabang ilmu forensik yang berkaitan dengan proses investigasi berupa perolehan, analisa, penyimpanan dan penyajian bukti berupa data digital dengan tujuan akhir agar data digital tersebut dapat diterima sebagai alat bukti di pengadilan.  Pada awalnya istilah yang sering digunakan oleh masyarakat adalah Computer Forensics, karena memang pada awal revolusi komputasi personal pada akhir tahun 1970-an  hingga awal tahun 1980-an, kejahatan atau pelanggaran yang paling banyak terjadi adalah kejahatan atau pelanggaran yang melibatkan komputer, sehingga bidang Computer Forensics lah yang lebih dikenal dan lebih dahulu berkembang.  Tetapi sejak teknologi informasi dan komunikasi berkembang lebih pesat di periode akhir tahun 1990-an terutama di bidang teknologi jaringan dan database, maka bidang Network Forensics dan Database Forensics juga semakin dikenal dan berkembang seiring dengan berkembangnya kejahatan komputer yang melibatkan teknologi jaringan dan database. Demikian pula fenomena perkembangan di bidang teknologi komunikasi berupa Mobile Phones atau Cellphones di periode tahun di ahir 1990-an hingga kini yang menciptakan alat bukti digital yang dihasilkan oleh perangkat tersebut.  Oleh karena itu untuk menyebut istilah secara umum untuk proses investigasi yang terkait dengan data digital sebagai alat bukti yang terkait dengan proses hukum- dengan mengesampingkan teknologi yang ada- lebih tepat jika kita menggunakan istilah Digital Forensics.
Continue reading

Posted in Digital Forensic Science | Leave a comment

Encase Legal Journal

Over the last decade, the field of computer forensics and eDiscovery has expanded
greatly, mirroring the explosion of digital data in society at large. What began as a
practice of a select few technical experts has become a field in which thousands are
involved. Computer evidence is now a mainstay not only in criminal matters, but also in
civil discovery, internal corporate investigations, and computer security incident
response. In each of these situations, the authentication and presentation of electronic
evidence at trial is either a primary goal or, at a minimum, a consideration that the
computer investigator must take into account.
This EnCase

Posted in Computer Forensics, Digital Forensic Science, Encase/Guidance Software Worlds | Leave a comment

Deskripsi Alternatif

Indonesia adalah negara yang sedang berkembang yang mulai mengalami kemajuan yang sangat pesat dibidang teknologi, layanan informasi banyak tersedia hampir diseluruh negeri, tidak sulit bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses informasi, baik media elektronik maupun media cetak, kemajuan teknologi tersebut memunculkan sebuah alat-alat yang dapat menghasilkan sebuah dokumen elektronik, sebuah dokumen yang dapat menghasilkan rekaman sebuah keadaan, kejadian, peristiwa, secara digital ataupun dapat menghasilkan sebuah tulisan digital yang sewaktu-waktu dapat di tuangkan dalam bentuk kertas, dari hal ini memunculkan sebuah kasus kasus baru yang perbuatan tindak pidananya tertangkap atau terekam secara sengaja atau tidak sengaja dalam sebuah alat elektronik, yang selanjutnya hasilnya akan disebut dengan dokumen elektronik, dokumen tersebut yang dijadikan sebuah parameter oleh beberapa orang bahwa telah terjadi sebuah tindak pidana, padahal kalau kita lihat dokumen elektronik tersebut bersifat digital yang mudah sekali di buat atau di rekayasa.
Dalam hukum acara kita yaitu KUHAP telah diatur macam-macam alat bukti yang sah yaitu keteranga saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Dari alat bukti dalam KUHAP tersebut tidak tedapat keterangan mengenai dokumen elektronik, berangkat dari kasus yang bersangkutan dengan dokumen elektronik tersebut dan keberadaan undang-undang yang tidak mengatur mengenai alat bukti dokumen elektronik penulis ingin mengetahui keapsahan dokumen elektronik dalam proses pemeriksaan di pengadilan dan apabila dokumen elektronik dinyatakan sah sebagai alat bukti kualifikasinya masuk sebagai alat bukti yang nama serta bagaimana prospek dokumen elektronik sebagai alat bukti.

Posted in Digital Forensic Science | Leave a comment